
Komitmen dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sorong kembali diperkuat melalui inovasi berbasis budaya lokal yang dikembangkan oleh Poltekkes Kemenkes Sorong Jurusan Keperawatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 6 April 2026 di Kampung Sayosa, Distrik Sayosa, dengan fokus utama pada pemberdayaan keluarga Suku Moi.
Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang berbasis hasil riset. Kegiatan dipimpin oleh Dr. Maria Loihala, S.ST., M.Kes. bersama Rizqi Alvian Fabanyo, S.Kep., Ns., M.Kes., serta melibatkan mahasiswa D3 dan D4 Keperawatan sebagai bentuk pembelajaran langsung di lapangan.
Pemanfaatan Pangan Lokal melalui Model SAGU-MOI
Dalam kegiatan ini diperkenalkan pendekatan SAGU-MOI sebagai strategi edukasi gizi berbasis kearifan lokal. SAGU yang merupakan singkatan dari “Sayang Anak Gizi Utama” tidak hanya dipahami sebagai bahan pangan tradisional, tetapi juga sebagai konsep edukatif untuk meningkatkan kesadaran gizi keluarga sejak dini.
Menurut tim pelaksana, pendekatan ini disusun berdasarkan hasil kajian sebelumnya yang menunjukkan masih adanya kasus stunting di wilayah Sayosa, sehingga diperlukan strategi yang lebih dekat dengan budaya masyarakat setempat.
Dukungan dan Partisipasi Masyarakat
Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak Puskesmas Sayosa serta tokoh masyarakat dan tokoh agama yang turut hadir memberikan dukungan moral. Kehadiran sekitar 40 ibu yang memiliki balita menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat, melampaui target awal kegiatan.
Edukasi Gizi dan Praktik Pembuatan Pangan Sehat
Selain sesi penyuluhan mengenai stunting dan faktor penyebabnya, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan bubur sagu bergizi. Menu ini disusun dari kombinasi bahan lokal seperti sagu, sayuran, telur, ikan, hingga sumber protein alternatif lain yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menyediakan makanan bergizi dengan bahan yang sederhana namun tetap memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
Bantuan Pangan sebagai Dukungan Lanjutan
Sebagai bentuk dukungan nyata, peserta juga menerima bantuan bahan makanan bergizi seperti telur, susu, sayuran, dan kacang hijau. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan gizi keluarga.
Dorongan Menuju Generasi Bebas Stunting
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Sorong menegaskan pentingnya pendekatan berbasis potensi lokal dalam mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya stunting.
Sinergi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama diharapkan mampu memperkuat upaya kolektif dalam menciptakan generasi yang lebih sehat di Kabupaten Sorong.
Tim Pelaksana
- Dr. Maria Loihala, S.ST., M.Kes.
- Rizqi Alvian Fabanyo, S.Kep., Ns., M.Kes.
- Mahasiswa D3 & D4 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong