Sorong, Kyriad M Hotel Sorong telah berlangsung Workshop Etik Dasar dan Lanjut (EDL) dalam penelitian dengan mengikutsertakan Manusia Sebagai Subyek. Workshop berlangsung pada 13-15 Juni 2019. Narasumber pada kegiatan ini adalah dr. Triono Soendoro, Ph.D (Ketua KEPPKN Kemenkes RI) dan Dr. Rr. Soenarnatalina Melaniani, Ir, M.Kes (Sekertaris KEPK FKM-UNAIR).

Peserta workshop etik dasar dan lanjut (EDL) penelitian diikuti oleh berjumlah 57 peserta yang berasal dari 3 institusi pendidikan kesehatan yang ada di Kota Sorong yaitu dari Fak.Kedokteran UNIPA berjumlah 7 peserta, dari STIKES Papua berjumlah 9 peserta, RSUD Kab. Sorong 1 peserta dan dari Poltekkes Sorong berjumlah 40 peserta yang terdiri dari dosen domisili sorong, manokwari dan fak-fak.

Pada workshop ini selain pemaparan materi oleh dr. Triono Soendoro, Ph.D pada kesempatan ini juga di perkenalkan SIM-EPK (Sistem Informasi Manajemen Etik Penelitian Kesehatan) sekaligus cara penggunaan Sistem Informasi tersebut oleh Dr. Rr. Soenarnatalina Melaniani, Ir, M.Kes pada peserta workshop. SIM-EPK merupakan Sistem Informasi Manajemen berbasis online, yang digunakan untuk proses pengajuan telaah etik bagi penelitian kesehatan oleh peneliti ke Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) secara online. Proses telaah etik dilakukan secara online sistem oleh Team Telaah Etik pada KEPK, yang semua aktifitas telaah etik terpantau oleh KEPPKN.

Latar belakang di selenggarakannya Workshop ini adalah standar etik penelitian kesehatan yang melibatkan manusia dan hewan coba sebagai subjek penelitian didasarkan pada asas perikemanusiaan. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan PP No. 39/1995 tentang penelitian dan pengembangan kesehatan. Dalam PP tersebut disebutkan bahwa penelitian dan pengembangan kesehatan yang dilakukan terhadap manusia harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan jiwa manusia, keluarga dan masyarakat yang bersangkutan dan ada sanksi pidana ataupun denda bagi penyelenggara penelitian yang melanggar ketentuan.

Masalah etik penelitian sejauh ini, masih sering menjadi kendala bagi sebagian peneliti karena persyaratan yang cukup banyak; proses yang relatif panjang; dan biaya yang cukup besar. Selain itu, masalah etik juga berkaitan dengan pengetahuan peneliti di bidang ini, untuk itu maka dianggap perlu dilaksanakan suatu workshop etik dasar dan lanjut bagi peneliti yang merupakan elemen kunci dalam memenuhi mutu penelitian. Tujuan diselenggarakan workshop ini adalah :

  • Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang berbagai aspek etik penelitian kesehatan
  • Meningkatkan kemampuan peserta dalam melaksanakan ethical review penelitan kesehatan yang melibatkan manusia sebagai subyek
  • Meningkatkan kapasitas dan standar etik penelitian kesehatan bagi Komisi Etik Penelitian yang sudah terbentuk

Workshop EDL ini di selenggarakan oleh Komisi Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional (KEPPKN) Kemenkes RI dengan Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Poltekkes Kemenkes Sorong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *