MENGUTIP SAMBUTAN

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PADA PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL KE-53

13 NOVEMBER 2017

 

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sehat Bagi Kita Semua dan Saudara-saudara sekalian di seluruh tanah air

Saudara-saudara yang saya hormati

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang menjadi inti Pembangunan Kesehatan sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009. Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga, menekankan pada pentingnya peran keluarga dalam pembangunan kesehatan. Lingkungan keluarga memberikan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan, perilaku dan gaya hidup yang sehat. Oleh karena   itu, kita perlu terus berupaya untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat padamasyarakat  mulai dari lingkungan keluarga.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor39Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada dasarnya merupakan integrasi pelaksanaan program-program kesehatan baik Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) maupun Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) secara berkesinambungan,dengan target/focus kepada keluarga berdasarkan data dan informasi dari Profil Kesehatan Keluarga.Pendekatan pelayanan yang mengintegrasikan UKP dan UKM secara  berkesinambungan,dengan target keluarga, didasari data dan informasi dariprofil kesehatan keluarga dan memberikan intervensi awal bilaada masalah kesehatan terhadap 12 indikator seperti yang terdapat pada Paket InformasiKesehatan Keluarga(Pinkesga).

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016 tentang  Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan terdapat 12 indikator pelayanan dasar yang harus dilakukan kabupaten/kota yang pencapaiannya harus100%.Sebagian besar indikator SPM Bidang Kesehatan beririsan dengan12 Indikator Keluarga Sehat.Terdapat 8 Indikator Keluarga Sehat terkait dengan Indikator SPM dan hanya 4 (empat)indikator Keluarga Sehat saja yang tidak terkait dengan SPM yaitu merokok,jamban sehat,akses terhadap air  bersih dan anggota JKN.Sehingga jika pendekatan keluarga ini dilaksanakan dengan  baik maka dapa tdipastikan akan meningkatkan capaian SPM bidang kesehatan di kabupaten/kota.Hal inidapat digunakan sebagai media advokasi kepada kepala daerah untuk mendukung pendekatan keluarga ini.

Selain penyelenggaraan Program IndonesiaSehatdengan Pendekatan Keluarga,pembangunan kesehatanjugaperlumelibatkan lintas  sektor melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal tersebutdidasarkan padakenyataanbahwakeberhasilan Program Kesehatan  tidak  terlepas  dari  peran  masyarakat  dan  lintas  sektor terkait. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mendorong terlaksananyaGerakanMasyarakatHidup Sehat(GERMAS).Dengan GERMAS, kita mengajak kerja sama lintas sektor dan lintas program dalam mewujudkan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, yangpadaakhirnyadapatmembentuk bangsaIndonesiayangkuat.

Dengan mendorong Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga dan GERMAS, kita berupaya membangun kemandirian keluarga dan masyarakat dalam hidup sehat sebagai upaya promotif dan preventif yang pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginyasehungga tercipta masyarakat yang produktif serta dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Selamat Hari Kesehatan Nasional,

“Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku”

Terima kasih.

 

 

Wassalaamu’Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *